Tanjung Redeb, STIPERBerau (06/10) – Tidak ingin tertinggal dengan perguruan tinggi
lainnya, Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian
(STIPER) Berau bersama-sama dengan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian se
Indonesia menggelar Padma Ksatria IX di Samarinda Kalimantan Timur pada
tanggal 27 Agustus – 2 September 2018. Gelaran ini merupakan suatu ajang untuk
mempererat silaturahim dan membentuk mahasiswa yang mampu menghadapi tantangan pertanian masa depan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Mulawarman yang terpilih sebagai tuan rumah acara tersebut dan dihadiri delegasi mahasiswa dari 39 perguruan tinggi  berbagai penjuru nusantara seperti diantaranya dari Universitas Andalas, Universitas Riau, Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanuddin serta Universitas Mulawarman sebagai tuan rumah, termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Berau.

Delegasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Berau, Suhardi Eka Putra dan Siti Nur Hasanah menyampaikan bahwa ancaman pertanian, baik di Kabupaten Berau maupun di wilayah Kalimantan Timur adalah maraknya ekspansi pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. “Ekspansi pertanian di Kalimantan Timur saat ini sangat tertinggal dibandingkan laju pertumbuhan pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit’, demikian papar
Suhardi yang juga menjabat sebagai Pengurus DPW VI POPMASEPI Kalimantan.

Ditambahkan oleh Siti Nur Hasanah bahwa tantangan sarjana pertanian saat ini adalah kendala
keterbatasan akses terhadap permodalan serta keterbatasan akses terhadap penguasaan lahan pertanian. “Petani yang memiliki akses pertanian saat ini, umurnya telah tua, sementara generasi penerusnya tidak lagi tertarik dengan dunia pertanian,’ demikian tambah Siti yang mewakili HIMAGRI STIPER Berau.

Rangkaian acara Padma Ksatria IX diawali dengan pembukaan, seminar nasional, latihan kepemimpinan manajemen mahasiswa, penanaman pohon, field trip, dan ditutup dengan malam keakraban.

Setelah dibuka Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Masjaya, dilanjutkan Seminar Nasional dengan tema “ Kebijakan Pemerintah terhadap Keberlanjutan Pangan pada 28 Agustus 2018 bertempat di Perpustakan UNMUL dengan menampilkan para pembicara : Muhammad Samsun SE. M.Si, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Wahyu Hidayat S.Pd.I, tokoh pengamat
pangan dan pertanian, Dr. Ir. H. Ibrahim, MP, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur dan Dr. Achmad Zaini, SP. M.Si, Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman serta dipandu oleh moderator, Maulana Yudhistira

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM), dimana pada Padma Kstaria IX ini, digelar dengan tema Penguatan Gerakan POPMASEPI dalam Problematika Pertanian di Indonesia, dengan materi “Public Speaking dan Advokasi”
oleh Imam Achmad, “Leadership” oleh Ramadhan Sakti Nasution, S.P, serta “Kepopmasepian” oleh Ketua DPP Popmasepi 2017-2019 Lazuardi Abdurrahman Wahid dan Ketua MPA POPMASEPI 2017-2019, Yoga Nurahman. Dilanjutkan dengan kegiatan penanaman pohon di Tenggarong Seberang dan dilanjutkan field trip ke Kota Tenggarong.

“Kegiatan ini juga menyelenggarakan kegiatan menanam pohon bersama mahasiswa sosial ekonomi pertanian seluruh Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap bumi yang Tuhan ciptakan untuk kita terutama negeri borneo ini,” ujar Suhardi.

Acara ditutup dengan Malam Keakraban seluruh delegasi Padma Ksatria IX di Universitas Mulawarman, Samarinda Kalimantan Timur.

(adiefmulyadi-stiperberau)

Categories: Berita